Minggu, 05 Oktober 2014

Ketuhanan dan Tuhan yang Maha Esa



MAKALAH
Ketuhanan dan Tuhan yang Maha Esa
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Agama Islam
Dosen Pembimbing
H. Otong Surasman,Msi










Disusun oleh :
Kelompok I
Galih Jefri Hariyanto           :     24214439
Adhitya Widyastuti               :     20214228
Faizal Nauvaldi                     :     23214842
Muhammad Mulia                :     27214418
Wahyu Aji Santoso               :     2c214120







UNIVERSITAS GUNADARMA
201
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keimanan sering disalah pahami dengan 'percaya', keimanan dalam Islam diawali dengan usaha-usaha memahami kejadian dan kondisi alam sehingga timbul dari sana pengetahuan akan adanya Yang Mengatur alam semesta ini, dari pengetahuan tersebut kemudian akal akan berusaha memahami esensi dari pengetahuan yang didapatkan. Keimanan dalam ajaran Islam tidak sama dengan dogma atau persangkaan tapi harus melalui ilmu dan pemahaman.
Implementasi dari sebuah keimanan seseorang adalah ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam islam disebut sebagai akhlak mahmudah. Sebagai umat islam kita mempunyai suri tauladan yang perlu untuk dicontoh atau diikuti yaitu nabi Muhammad SAW. Ia adalah sebaik-baik manusia yang berakhlak sempurna. Ketika Aisyah ditanya bagaimana akhlak rosul, maka ia menjawab bahwa akhlak rosul adalah Al-quran. Artinya rosul merupakan manusia yang menggambarkan akhlak seperti yang tertera di dalam Al-quran.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana  implementasi dari Ketuhanan dan Tuhan yang Maha Esa?
2.      Apa pengertian Keimanan dan Ketakwaan?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui implementasi dari ketuhanan dan Tuhan yang Maha Esa.
2.      Untuk mengetahui pengertian Iman dan Taqwa.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.     Korelasi Keimanan dan Ketaqwaan
Keimanan pada keesaan Allah (tauhid) meliputi dua aspek, yaitu Tauhid Teoritis dan Tauhid Praktis.
1.     Tauhid Teoritis, adalah pengakuan tentang keesaan zat, sifat, dan perbuatan tuhan, sehingga berkaitan dengan kepercayaan, pengetahuan, persepsi, dan pemikiran manusia tentang konsep tuhan. Konsekuensi logis tauhid teoritis adalah pengakuan yang ikhlas bahwa Allah adalah satu-satunya wujud mutlak yang menjadi sumber dari semua wujud.
2.     Tauhid Praktis (Tauhid Ibadah), adalah terapan atau tindak lanjut dari tauhid teoritis yang berupa amal perbuatan atau ibadah manusia.
Perpaduan antara tauhid teoritis dan praktis merupakan bentuk keimanan yang sempurna. Sedangkan taqwa merupakan perasaan takut dan mengagungkan kepada Allah dengan cara melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi semua larangaNya. Dengan demikian korelasi antara keimanan dan ketaqwaan adalah sangat erat. Taqwa merupakan bukti atau perwujudan dari orang yang memiliki kesempurnaan iman. Sementara iman merupakan dasar  dan semangat yang melandasi ketaqwaan.

Surat Al-Anfal ayat ke 2-3
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَتُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٢)
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatnya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal.



At-Taghabun ayat 13
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (١٣)
Artinya:
 (Dia-lah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.

An-Nur ayat ke 62
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَى أَمْرٍ جَامِعٍ لَمْ يَذْهَبُوا حَتَّى يَسْتَأْذِنُوهُ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ أُولَئِكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِذَا اسْتَأْذَنُوكَ لِبَعْضِ شَأْنِهِمْ فَأْذَنْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمُ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٦٢)
Artinya:
Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka Itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.







Ø  Keimanan dan Ketaqwaan dalam Islam menurut Imam 'Ali bin Abi Tholib mempunyai 4 Pilar, yaitu: Sabar, Yakin, Keadilan, Jihad.
·         Sabar mempunyai 4 Cabang, yaitu:
a.    Rindu (Syauq) : maka barang siapa yang rindu pada Surga, dia akan melupakan segala godaan hawa nafsu.
b.    Takut (Syafaq) : barangsiapa yang takut akan Neraka, dia akan meninggalkan segala yang diharamkan.
c.    Zuhud : barangsiapa yang zuhud di dunia, dia akan menganggap ringan segala musibah.
d.   Antisipasi (Taroqqub) : barangsiapa yang mengantisipasi kematian, dia akan bergegas melakukan amal-amal kebajikan.
·         Yakin mempunyai 4 Cabang, yaitu:
a.      Memandang segala sesuatu dengan ketajaman pikiran, maka barangsiapa yang memandang segala sesuatu dengan ketajaman pikiran, akan jelas baginya hikmah.
b.     Menafsirkan dengan hikmah, barangsiapa yang jelas baginya hikmah, dia akan mengenal pelajaran.
c.      Menjadikan pelajaran sebagai nasihat, dan barangsiapa yang telah mengenal pelajaran, seakan-akan dia termasuk orang-orang terdahulu.
d.     Sunnah orang-orang terdahulu
·         Keadilan mempunyai 4 Cabang, yaitu:
a.      Menyelami Pemahaman, barangsiapa yang paham, dia akan mengetahui kedalaman ilmu
b.     Mendalami Ilmu, barangsiapa yang telah mengetahui kedalaman ilmu, akan keluar darinya syariat-syariat hukum
c.      Mengetahui Intisari Hukum
d.     Kukuh Dalam Kesabaran, dan barangsiapa yang bersabar, dia tidak akan melampaui batas dalam semua urusannya dan akan hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai orang terpuji.
·         Jihad mempunyai 4 Cabang, yaitu:
a.      Mengajak Kepada Kebaikan, barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, dia telah membantu orang-orang Mukmin
b.     Mencegah Kemungkaran, barangsiapa yang mencegah kemungkaran, dia telah merendahkan orang-orang kafir
c.      Lurus Dalam Setiap Keadaan, barangsiapa yang lurus dalam setiap keadaannya, semua kebutuhannya akan terpenuhi.
d.     Membenci Orang-orang Fasik, barangsiapa yang membenci orang-orang fasik dan marah karena Allah, maka Allah akan marah karena marahnya, dan Dia akan menjadikannya ridho pada hari kiamat.
Ø  KeimananDan Ketaqwaan Dalam Islam seorang Mukmin mempunyai 3 waktu, yaitu:
1.      Waktu dia bermunajat kepada Tuhan-nya
2.      Waktu mencari penghidupannya (bekerja), dan
3.      Waktu Dia menikmati kesenangan dirinya (dalam hal-hal yang dihalalkan)

Ø  Orang yang Bijak hanya merasa mantap pada 3 keadaan, yaitu:
1.      Memperbaiki penghidupannya, atau
2.      Melangkah dalam urusan akhirat, atau
3.      Menikmati kesenangan dalam hal yang tidak diharamkan

















B.   Konsepsi tentang Ketuhanan Yang Maha Esa (Tauhid)
Ilmu Tauhid adalah ilmu tentang Kemaha Esaan Tuhan (Osman Raliby). Menurut Osman Raliby ajaran Islam tentang Kemaha Esaan Tuhan sebagai berikut :
1.     Allah Maha Esa dalam Zat-Nya
Kemaha esaan Allah dalam zat-nya dapat di rumuskan dengan kata-kata bahwa zat allah tidak sama dan tidak dapat di bandingkan dengan apapun juga.
2.     Allah Maha Esa dalam Sifat-Sifatnya
Kemaha esaan Allah dalam sifat-sifatnya ini mempunyai arti bahwa sifat-sifat allah penuh kesempurnaan dan keutamaan, tidak ada yang menyamainya. Sifat-sifat allah yang ada di dalam al-qur’an ada 99 yang disebut juga dengan asmaul husna





















C.    Filsafat Ketuhanan dalam Islam dan Penjelasan Tentang Iman Secara Singkat
Definisi Tuhan adalah Sesuatu yang dipentingkan oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. Tuhan adalah pencipta alam semesta beserta seluruh isinya, Tuhan itu Maha Esa, Tiada Tuhan selain Allah SWT, Laa Ilaahaillallaah.

Dalam perkembangan Sejarahnya, Manusia mempunyai pemikiran tentang Tuhan. Dan pemikiran tersebut terbagi dua, yaitu Agama yang bersifat primitif dan ada pula yang dianut oleh masyarakat yang telah meninggalkan fase keprimitifan. Berikut penjelasannya :

1.     Agama Primitif.
Berikut adalah paham-paham yang dipercaya dalam perkembangannya :
a.     Dinamisme: paham yang mempercayai bahwa roh-roh nenek moyang manusia mendiami suatu benda. Sehingga manusia-manusia menyembah benda-benda tersebut dengan maksud meminta pertolongan atau berdo'a kepada roh-roh nenek moyang.
b.     Animisme: paham yang mempercayai bahwa tiap benda (baik yang hidup dan yang tak hidup) memilik roh-rohnya tersendiri. Sehingga penganut paham ini menyembah-menyembah benda-benda yang demikian.
c.      Politeisme: adalah paham yang menganut banyak tuhan dalah hal ini adalah dewa. Mereka percaya bahwa di dunia ini diatur oleh banyak dewa-dewi, seperti dewi hujan, dewa petir, dewa bencana, dan sebagainya.
d.     Henoteisme: adalah paham menganut banyak tuhan juga namun diantara tuhan-tuhan tersebut terdapat tuhan yang paling mendominasi (pemimpin).
e.     Monoteisme: adalah paham yang menganut tuhan tunggal.
2.      Agama Dalam masyarakat maju agama yang dianut bukan lagi agama primitif tetapi, Agama Monoteisme dan Agama Tauhid.
a.       Monoteisme (Tuhan Satu, Tuhan Maha Esa)
b.      Agama Tauhid (adanya satu Tuhan yaitu Allah SWT)






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Definisi Tuhan adalah Sesuatu yang dipentingkan oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. Tuhan adalah pencipta alam semesta beserta seluruh isinya, Tuhan itu Maha Esa, Tiada Tuhan selain Allah SWT, Laa Ilaahaillallaah.
Implementasi ketuhanan dan tuhan yang maha esa yakni dengan keimanan dan ketakwaan. Iman adalah membenarkan dengan hati (tashdiq bi qalb), menyatakan dengan lisan (iqrar bi lisan), dan membuktikan dengan perbuatan (amal bi arkan) terhadap kebenaran atau keyakinan tertentu. Pokok-pokok keyakinan islam terangkum pada rukun iman yang 6 yaitu keyakinan pada Allah, Malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul Allah, Hari Kiamat, dan Takdir baik dan takdir buruk. Taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama Islam secara utuh dan konsisten (istiqomah).

B.     Saran
Setelah mempelajari ini diharapkan para mahasiswa mampu  memahami dan memaknainya dan dapat menambah keyakinan mereka akan ke-Esaan Allah SWT dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar