Minggu, 04 Januari 2015

Bisnis Distro

BAB I
PENDAHULUAN
·         Latar Belakang
Keharusan manusia untuk berpakaian menjadikan pakaian sebagai kebutuhan Primer. Seiring perkembangan zaman, pakaian tidak hanya sekedar menutupi bagian tubuh tapi juga menjadi penghias tubuh. Oleh karena itu permodelan pakaian terus berkembang seiring berjalannya waktu, dan hal tersebut menjadi suatu lapangan bisnis yang amat menggiurkan. Bisnis kaos distro? Bisnis kaos distro memang menggiurkan saat ini. Dikarenakan pasarnya anak muda yang ingin tampil berbeda, dengan harga kaosnya cukup terjangkau.
·         Rumusan Masalah
A.    Cara dan langkah membuka usaha bisnis distro pakaian
·        Tujuan Penulisan
Memberikan informasi kepada pembaca hal hal yang perlu dipersiapkan dalam memulai bisnis ini dan mengetahui keuntungan yang didapat dari bisnis ini


BAB II
       ISI
1.      Angkat Tema Unik

Anda masuk ke bisnis kaos distro, Anda harus siap punya konsep yang unik. Mengapa? Karena salah satu karakter khas dari pasar bisnis distro adalah perilaku konsumen yang mencari keunikan. Mereka selalu mencari sesuatu yang berbeda. Namanya juga anak muda. Jadi untuk menjadi “bintang baru” dalam bisnis baju distro ini, Anda harus menemukan tema yang khas dan menjual namun cukup berpotensi untuk anda jalani. Ada banyak tema yang bisa Anda pilih.  Mulai dari etnik, sporty, sosial, sampai otomotif.

2.      Memilih Konsep Bisnis

Langkah selanjutnya adalah Anda harus menentukan, pilih jadi reseller atau pilih produksi sendiri. Masing-masingnya memiliki kelebihan tersendiri. Kalau Anda memilih jadi reseller atau agen, Anda tidak lagi dipusingkan dengan masalah produksi. Tetapi ingat, Anda harus memastikan bahwa supplier Anda adalah produsen kaos distro yang terpercaya, khususnya dari sisi etika bisnis, stok barang dan kualitas produk. Sedangkan bila Anda tertarik untuk produksi sendiri, Anda harus menyiapkan segala peralatan produksi dan tenaga ahlinya seperti print digital, alat sablon, desainer sampai bahan baku. Yang jelas, prosesnya lebih rumit. Tetapi Anda bisa mempunyai desain dengan ciri khas yang berbeda dan of course, idealisme Anda bisa Anda tuangkan.

3.      Menentukan Jalur Penjualan

Nah, untuk jalur atau model penjualan, ada 3 pilihan yaitu offline, online atau keduanya. Kalau offline, jelas anda butuh tim penjualan. Anda bisa masuk ke toko-toko distro atau dengan memasuki komunitas tertentu dan menjualnya secara khusus. Kelebihannya, Anda mempunyai kedekatan emosional dan brand Anda bisa melekat di hati pecintanya. Tetapi sayangnya, modal Anda harus besar dan jangkauan pasar Anda terbatas. Sedangkan jika memilih menggunakan pemasaran online, biaya Anda lebih kecil. Yang Anda butuhkan hanyalah sebuah website yang ter-SEO dengan sejumlah biaya yang harus Anda keluarkan untuk memasang iklan produk Anda di internet. Setelah itu, Anda hanya perlu memperbanyak stok barang. Saran saya, Anda harus masuk di keduanya, tetapi bisa Anda mulai dengan cara online terlebih dahulu. Mengapa? Karena “modal marketing” Anda tidak besar dan jangkauan pasarnya sangat luas.

4.      Persiapkan Keuangan

Di usaha apapun, Anda butuh modal. Tidak ada sebuah usaha yang tanpa modal. Sekecil apapun yang namanya modal tetap lah modal. Nah, bila Anda ingin usaha Anda berjalan mulus, saat Anda memulai usaha distro, silahkan siapkan $4000 atau sekitar 45 – 50 juta rupiah.

5.      Penentuan Harga

Pada poin ini, Anda harus menghitung total biaya produksi dari produk Anda ditambahkan dengan biaya lain-lainnya. Jika Anda adalah reseller, hitung berapa modal yang Anda keluarkan saat Anda “kulakan” barang Anda sampai ke biaya marketing Anda. Dari sini Anda bisa menghitung berapa harga yang akan Anda bandrol untuk produk Anda.
6.      Promosi Produk

Setelah Anda menentukan harga, saatnya Anda mulai mengenalkan produk Anda dengan cara PROMOSI. Strateginya bermacam-macam dan bergantung dari tujuan Anda. Tujuan Anda menjual membuat orang melakukan pembelian berbeda cara promosinya. Begitu juga target yang Anda bidik. Menjual langsung ke end user akan berbeda cara promosinya dengan menjual ke agen atau reseller bisnis kaos distro.

7.      Melakukan Branding

Bagian terpenting dari sebuah bisnis adalah branding. Dengan branding, Anda bisa menjual tanpa jualan. Dan seperti yang dikatakan di atas, pasar dari kaos distro adalah anak muda yang yang ingin tampil berbeda dan unik. Kalau Anda produksi sendiri, sepertinya Anda tidak susah untuk menentukkan apa yang Anda branding. Misalnya desain khusus tentang kaos distro muslim dengan bahan yang bagus. Tetapi kalau Anda adalah reseller, hal ini akan jadi masalah. Tipsnya adalah, branding lah layanan dan toko Anda. Contohnya bagaimana? Contohnya adalah Anda membranding toko Anda sebagai toko penjual kaos distro bermerk non bajakan yang berkualitas. Jadi Anda hanya menjual barang-barang yang berkualitas. Setelah nama Anda mulai terkenal dan Anda mulai mempunyai pemasukan yang lumayan, buatlah kaos produksi Anda sendiri. 
BAB III
PENUTUP
·       Kesimpulan
Bisnis ini sangatlah menjanjikan namun anda harus mampu bersaing dengan para brand distro bahkan yang lebih dulu dari anda. Namun dengan ketekunan dan kekreatifan anda, bukan tidak mungkin bisnis ada menjadi besar bahkan lebih besar dari distro yang lebih dulu ada.
·         Referensi
http://www.konveksian.com/8-tips-menjalankan-bisnis-kaos-distro/
http://www.dokterbisnis.net/2014/06/25/7-tips-bisnis-kaos-distro-7-trik-bisnis-baju-distro-pokoknya-7-deh/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar